"You all know how good you are, you know the jersey you are wearing, you know what it means to everyone here and don’t ever let yourselves down.”Begitu katanya, soerang bapak tua berumur 71 tahun yang sedang berpidato di tengah Old Trafford. Bukan berpidato tentang dirinya, melainkan berpidato untuk tim keseluruhan, menyuruh kami untuk menghormati manager baru. Bapak itu seorang yang selalu ada di pinggir lapangan ketika Manchester United bermain. Kadang gembira, kadang kesal, kadang melompat, kadang terdiam, kadang keputusannya tepat, tidak jarang juga dia gegabah. Seorang bapak tua yang dipanggil sebagai "Gaffer" oleh para pemain yang bukan superstar, tetapi tidak buruk juga. Semua mengakui keberadaannya, hanya orang bodoh saja yang mengatakan dia bukan siapa-siapa. 38 trophy buktinya. Seseorang yang terkenal dengan celotehannya yang kadang membuat kuping orang lain panas, tetapi menghibur juga.
Contohnya tentang Liverpool dia berkata,"My greatest challenge is not what's happening at the moment, my greatest challenge was knocking Liverpool right off their f***ing perch. And you can print that."
Cukup kasar? Iya. Tapi dia juga juga yang pertama kali menelpon Kenny Dalglish untuk membantunya mencari pekerjaan setelah dipecat oleh Liverpool beberapa tahun lalu. Dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikan Ferguson yang tidak dipublikasikan. Oh, Sir. :((
Akan ada hal yang aneh ketika tidak ada sosok bapak tua berambut putih di pinggir lapangan musim depan. Sosok 'bapak' yang ideal bagi para pemain. Tidak ada lagi sosok yang selalu melihat ke arah jam tangan saat timnya unggul ataupun tertinggal. Tidak ada lagi sosok yang berteriak murka kepada wasit ketika merasa timnya dirugikan. Semua hal tentangnya akan dikenang publik Old Trafford.
Ketika dirinya dibuat patung dia berujar, "It's a really proud moment for me. Normally people die before they have a statue. I'm outliving death!" Hahaha, Begitulah Bapak tua itu. Selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak diduga, tetapi benar juga. Dan, masih banyak lagi. Pemain yang hampir membunuh van Persie lah, Inzaghi yang terlahir offside. xD
Tetapi tetap saja 12 Mei 2013 adalah hari sedih, ketika dia berpidato bersamaan dengan penyerahan trophy liga Inggris yang ke 20 untuk Manchester United. Kesedihan menyelimuti semua kalangan di Old Trafford di hari itu. Ada juga fans yang tertangkap kamera sedang menangis.
Saya pun tidak tau harus berbuat apa ketika membaca tweet dari akun Press Conference official Manchester United. Rasanya ditekan oleh aura aneh, rasanya seperti ada saudara dekat yang terkena musibah. Dan mungkin kebetulan juga, malamnya kakekku yang juga mencintai Man. United meninggal di rumah sakit. Benar-benar hari yang aneh.
Once a red, always a red. Thank you, Sir Alex. We'll miss you....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar